Sunday, November 27th, 2022

Seperti apa musim hujan di jepang?

Hujan adalah fenomena alam yang telah ada di Jepang selama berabad-abad. Hujan sering dianggap sebagai simbol kemurnian dan penyambutan dari awal yang baru. Pada bagian ini, kita akan menjelajahi budaya Jepang tentang hujan dan bagaimana hujan digunakan sebagai bentuk komunikasi, dalam seni, dan dalam kehidupan sehari-hari.

Arti Musim Hujan di Jepang

Musim hujan di Jepang dikenal dengan istilah tsuyu. Biasanya dimulai pada awal Juni dan berlangsung hingga akhir Juli. Jepang memiliki empat musim: musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Musim hujan dimulai pada awal Mei dan berlangsung sekitar dua bulan dengan curah hujan tinggi hampir setiap hari. Di Jepang, periode dari akhir Mei hingga awal Juli dikenal sebagai “sakura,” atau musim bunga sakura. Kebiasaan kuno merayakan sepanjang tahun ini disebut sakura matsuri. Ini adalah periode yang biasanya diisi dengan festival dan acara, termasuk hanami (merayakan musim semi di bawah bunga sakura), yabusame (memanah dengan menunggang kuda), dan menabuh genderang taiko.

Musim ini menandakan bahwa warga jepang diperbolehkan untuk beristirahat dari rutinitas mereka, terutama mereka yang bekerja di luar. Musim hujan juga merupakan waktu terbaik untuk pelaksanaan festival di Jepang. Ini termasuk Obon dan Tanabata, yang masing-masing tentang perayaan kehidupan dan datangnya musim panas.

Jepang adalah negara yang kontras. Seluruh dunia mengakui bahwa jepang adalah salah satu negara paling maju di Asia, namun tetap mempertahankan tradisinya.jepang adalah negara metropolis modern dengan beberapa teknologi terbaik, namun tetap menghargai alam.

Musim hujan di jepang juga menjadi kesempatan bagi penikmatnya untuk menikmati berbagai hidangan spesial yang hanya disajikan selama musim hujan, seperti tsukimi dango (pangsit nasi pemandangan bulan), yang secara tradisional dimakan pada Malam Tahun Baru sebagai bagian dari perayaan penyambutan panen tahun ini.

 

Musim Hujan Jepang dan Dampaknya Bagi Kehidupan di Jepang

Orang yang tinggal di Jepang harus terbiasa dengan perubahan yang datang bersamaan dengan musim hujan. Orang Jepang terbiasa memakai jas hujan dan membawa payung, tetapi mereka juga harus berhati-hati dengan meningkatnya risiko bencana alam tanah longsor dan banjir.

Musim hujan di Jepang adalah waktu yang indah untuk dikunjungi. Ini adalah kesempatan sempurna untuk merasakan budaya Jepang, dan melihat semua pemandangan yang tidak dapat diakses selama musim lainnya. Keindahan alam negara ini dapat dilihat dari hutan dan ladangnya yang hijau subur, serta pegunungannya yang indah. Ini juga saat banyak acara budaya diadakan, seperti festival dan upacara adat.

Berkunjung ke jepang saat musim hujan

Wisata mengunjungi musim hujan Jepang baru-baru ini diumumkan oleh perusahaan tur Tokyo. Tur ini akan membawa pengunjung berkeliling ke berbagai tempat wisata sepanjang tahun, memberi mereka kesempatan untuk mengenal budaya Jepang dengan cara yang berbeda dari musim-musim lainnya.

Keindahan hujan di Jepang tidak hanya ditemukan di permukaan bumi tetapi juga di dalam masyarakatnya. Budaya Jepang memiliki banyak cara untuk menunjukkan apresiasi terhadap fenomena alam, hal itu dapat dilihat melalui seni, komunikasi, dan kehidupan sehari-hari mereka. Di seluruh Jepang, ada banyak cara bagi individu dan komunitas untuk mengungkapkan penghargaan mereka terhadap air. Misalnya, di kota pegunungan Yuzawadai yang tertutup salju di Prefektur Nagano, orang-orang memiliki ritual di mana sendok kayu besar diletakkan di atas area untuk menangkap tetesan hujan pertama. Sendok tersebut kemudian dibakar secara seremonial untuk merayakan keberhasilan penyelesaian metode pengumpulan air ini.

Musim hujan di Jepang adalah musim yang dinanti-nantikan oleh banyak orang. Hujan menyapu debu, dan membawa kelegaan selama beberapa minggu dari cuaca panas.Hujan juga membawa beberapa kebiasaan unik bagi warga jepang pasalnya mereka lebih sering memakai jas hujan dan menggunakan payung.

Musim hujan akan segera datang dan musim ini sebenarnya juga menyebabkan beberapa kerugian bagi orang Jepang. Terkait pada produk, karena banyak bahan mentah dipanen di musim panas. Produk Jepang yang diproduksi di musim panas perlu dibungkus dan disimpan di dalam karena tidak akan awet jika terkena sinar matahari. Di Jepang, produksi dan pengiriman produk semacam itu biasanya dihentikan hingga Maret.

Leave a Reply

Your email address will not be published.